GORESAN TINTA ELEKTRONIK

SAYA ENY SUSILOWATI. SENANG BERJUMPA DENGAN ANDA :)

LET ME LOVE YOU AS STRONG AS I CAN

Tunggu hingga aku berani

Malam ini aku diselimuti ragu. Aku merasa setiap keputusan yang aku beri, tak memiliki pertimbangan pasti. Aku terburu-buru. Dan kini, aku merasa dihantu. Aku sebetulnya paham bahwa ini adalah proses sebab-akibat, hanya saja saat ini aku tidak lagi kuat.
Jika dianalogi, mungkin aku seperti orang yang berdiri dengan kaki kanan yang sudah maju ke depan, sudah mendarat di baris depan namun kaki kiri; terlalu enggan beranjak pergi. Kaki kiriku tetap di posisi, seperti ia tahu bahwa ada sesuatu yang sayang untuk dilalui. Terlalu indah? Bisa jadi. Aku tidak tahu pasti, yang aku tahu hanya; sepertinya ada secercah cahaya terang yang menemani jejak kaki kiri. Ah, apakah itu cahaya mimpi? Potret cita dan anganku yang membuat kaki kiri sangat tak ingin beranjak pergi? Huhf, aku hanya bisa menghela nafas. Berusaha mengingat. Apa itu cahaya terang yang telah aku lewatkan? Lalu, seterang apakah cahaya itu sampai kaki kiriku enggan sekali merelakan?
Kuputar otak dan aku mulai memikirkan. Berpikir, ya, seperti biasa aku lakukan. Aku selalu mempertimbangkan setiap tindakan. Walau kadang, semua tindakan tak selalu sesuai dengan apa yang kupikir dan kurencanakan. Tanya kenapa? Entah, mungkin aku yang terlalu takut mengakui. Atau mungkin, aku yang sudah terlalu takut akan situasi? Situasi yang berkolerasi? Entah!
Aku masih berpikir, mencari jawab atas gundah yang menggulana ini. Namun sayang, kondisi saat ini sama sekali tak membuatku bertemu pada jawaban pasti. Aku tak bisa ingat pasti itu cahaya apa!
Huhf, …
Eits, tunggu tunggu. Aku ingat sedikit. Aku ingat rasanya. Aku ingat rasa saat berjumpa. Aku ingat aromanya. Aku ingat salamnya, aku ingat genggamannya, aku ingat gusarnya. Ah, apakah itu rupa mimpiku? Tidak tidak. Tapi jika ia, mengapa aku berlalu? Mengapa aku menjauhi apa yang selama ini selalu ingin kutuju? Apa aku terlaku bodoh untuk sekedar tahu?
Oke, sepertinya aku harus tarik kaki kananku untuk mencari tahu. Ooops, menarik kaki kanan berarti sama saja kembali? Ah aku takut akan situasi. Hmm aku kembali melangkah sajalah, menghiraukan kaki kiri. Tappi, berarti, aku meninggalkan mimpi; cahaya yang aku yakini sebagai mimpi? Tidak tidak, setiap orang mengejar mimpi. Begitu semua orang meyakini. Dan jika itu benar adalah mimpi, apakah aku harus pula mengejar? Dan mengapa hanya aku yang harus mengejar? Mengapa ia tak mengejar? Apa karena ia mimpi? Baiklah jika begitu, akan kukejar mimpiku. Kuraih kembali, dan tak kulewatkan lagi. Ya, aku tahu itu pasti. Dan tiba-tiba saja, sekejap saja, aku yakin bahwa itu adalah mimpi. Mimpi yang selama ini aku cari. Oh, Tuhan terima kasih telah pertemukan kami. Aku janji tak kulepas lagi, akan kudekap erat, erat sekali. Hmm namun, aku takut memulai. Aku takut menemui. Bagaimana jika mimpi sudah pergi? Bagaimana jika aku tak cocok dengan mimpi? Atau, bagaimana jika orang-orang tak suka mimpi? Bagaimana jika bla bla bla? Aaaaaaaaaaah aku takut, terlalu takut. Ya, aku terlalu takut. Dan mimpi mungkin tahu bahwa aku penakut. Biarlah, yang jelas, yang malam ini aku yakini, aku akan mengejar mimpiku dengan pasti. Hanya saja, tunggu aku hingga berani.

Dan untuk kalian, dimanapun kalian berada; bermimpilah! Dan carilah cara untuk menemukannya, untuk mewujudkannya. Jangan takut ataupun ragu, jangan pernah tiru ‘analogi kaki’-ku ;)

XOXO

Suatu hari nanti di ketinggian 1300m di atas permukaan laut, aku akan memiliki ini serta buah hati yang selalu menjadi penyemangat hati dan suami yang selalu mengasihi. Amin

CONGRADUATION !!!

“Untuk semua sahabat, selamat! Semoga semua mimpi dan citamu bisa kau raih dengan bahagia serta suka cita”

Dek Ziah, Mba Jojo, Mba Capi-capi.

Kalian adalah salah satu dari sekian banyak alasan mengapa aku sangat mencintai Jogja. Terima kasih untuk segala kasih sayang yang kalian beri, sampai tua nanti, kalian akan selalu ada di hati.

(Source: fauziahkhoiriyani)

Jika kau rindu aku, hubungi orang yang kau cinta! Katakan bahwa kau sangat mencintainya

Whenever I’m alone with you

You make me feel like I am fun again


However far away, I will always love you

However long I stay, I will always love you

Whatever words I say, I will always love you


*Untuk seluruh sahabat, lagu ini untuk kalian :D

(Source: youtube.com)

:D :D :D

:D :D :D

Terima kasih Tuhan

“Tuhan, terima kasih atas segala yang telah Kau berikan; atas segala kebahagiaan dan peringatan. Aku tidak berpikir ini cobaan; aku sadar ini adalah balasan atas segala perbuatan. Maaf jika selama ini aku tak baik, maaf atas segala kesalahan dan kekurangan. Maaf. Aku paham ini adalah pelajaran karena aku terlalu merasa memiliki seseorang.”

Untuk semua yang pernah tersakiti, aku minta maaf.